Meja Hijau
Sejarah dan budaya di balik kasino
Sejarah

Atlantic City: kota tepi laut yang bangkit dua kali lewat kasino

Sebelum Las Vegas menjadi raja, Atlantic City adalah tujuan wisata tepi laut yang gemerlap, lalu meredup, lalu bangkit kembali sebagai pusat kasino besar pertama di luar Nevada. Kisahnya adalah kisah tentang naik, jatuh, dan bangkit sebuah kota yang nasibnya terikat pada perjudian.

oleh Larasati Dewi · 27 Oktober 2026

Jauh sebelum Las Vegas menjadi ibu kota perjudian dunia, ada sebuah kota tepi laut di pesisir New Jersey yang berkilau sebagai salah satu tujuan wisata paling terkenal di Amerika. Atlantic City, dengan Boardwalk-nya yang legendaris dan hotel-hotel megahnya, adalah tempat orang-orang berbondong-bondong untuk berlibur di tepi samudra. Tetapi kisah Atlantic City bukanlah kisah kejayaan yang lurus; ia adalah kisah tentang sebuah kota yang naik ke puncak, jatuh ke titik nadir, lalu bangkit kembali dengan cara yang mengubah nasibnya, yaitu melalui kasino. Menelusuri sejarah Atlantic City adalah menyaksikan bagaimana perjudian bisa menjadi penyelamat sekaligus penentu nasib sebuah kota, dan bagaimana kejayaan yang dibangun di atasnya bisa serapuh pasang surut ekonomi.

Kejayaan tepi laut dan kemunduran

Atlantic City tumbuh sebagai kota resor pada paruh kedua abad kesembilan belas, difasilitasi oleh jalur kereta api yang menghubungkannya dengan Philadelphia. Kota ini diresmikan pada tahun 1854, dan jalur kereta yang dibuka pada tahun yang sama membawa arus wisatawan yang terus bertambah ke pantainya. Pada tahun 1870, versi pertama Boardwalk yang terkenal dibangun, awalnya sebagai jalan papan musiman untuk mencegah pasir masuk ke hotel-hotel, yang kemudian berkembang menjadi ikon permanen kota. Puncak kejayaan Atlantic City datang pada era tahun dua puluhan, masa yang sering disebut zaman keemasannya, ketika hotel-hotel megah bermunculan dan kota ini menjadi tujuan liburan yang gemerlap.

Tetapi kejayaan itu tidak bertahan. Setelah Perang Dunia Kedua, Atlantic City memasuki periode kemunduran yang panjang. Berbagai faktor berperan; meningkatnya kepemilikan mobil membuat orang cenderung berlibur singkat ke tempat lain, dan hadirnya perjalanan udara yang murah mengalihkan wisatawan ke tujuan-tujuan yang bisa dinikmati sepanjang tahun seperti Miami Beach. Pada akhir dekade enam puluhan, banyak hotel besar yang dulu megah kini menghadapi tingkat hunian yang rendah, dan kota yang dulu berkilau mulai terlihat kusam dan terpuruk. Atlantic City tampak seperti kota yang masa jayanya telah berlalu, terjebak dalam kemunduran yang tak kunjung berhenti.

Taruhan pada legalisasi

Menghadapi kemunduran yang tampak tak terbendung, warga New Jersey mempertimbangkan sebuah gagasan berani untuk menyelamatkan Atlantic City, yaitu melegalkan perjudian kasino. Gagasan ini tidak langsung diterima. Pada tahun 1974, sebuah referendum untuk melegalkan kasino di seluruh negara bagian New Jersey diajukan kepada pemilih, dan referendum itu gagal, ditolak oleh mayoritas pemilih. Upaya pertama untuk membuka pintu bagi perjudian kandas.

Namun para pendukungnya tidak menyerah, dan mengubah strategi. Pada tahun 1976, sebuah referendum baru diajukan, kali ini dengan pembatasan penting; kasino hanya akan dilegalkan di Atlantic City saja, bukan di seluruh negara bagian. Pembatasan ini membuat gagasan itu lebih mudah diterima, karena membingkainya sebagai penyelamatan khusus untuk satu kota yang terpuruk, bukan sebagai pembukaan perjudian di mana-mana. Kali ini referendum berhasil, disetujui oleh mayoritas pemilih. Dengan lolosnya referendum 1976, jalan bagi kasino di Atlantic City terbuka, dan kota itu bersiap untuk bangkit kembali dengan cara yang belum pernah dicoba di pantai timur Amerika.

Kebangkitan lewat kasino

Kasino pertama di Atlantic City, Resorts International, membuka pintunya pada bulan Mei tahun 1978. Peristiwa ini bersejarah, karena Resorts International menjadi kasino legal pertama di Amerika Serikat di luar Nevada, memecah monopoli Nevada atas perjudian kasino yang telah berlangsung puluhan tahun. Pembukaannya menandai awal era baru bagi Atlantic City dan bagi perjudian di Amerika, membuktikan bahwa model kasino Las Vegas bisa dipindahkan ke pantai timur.

Setelah Resorts International, kasino-kasino lain menyusul dengan cepat sepanjang akhir tahun tujuh puluhan dan sepanjang dekade delapan puluhan. Atlantic City berkembang menjadi pusat perjudian besar, menjadi pasar perjudian terbesar kedua di Amerika Serikat setelah Las Vegas. Boardwalk yang dulu meredup kini kembali ramai, dijejeri kasino-kasino megah yang menarik jutaan pengunjung. Di antara nama-nama yang membangun kasino di kota ini adalah pengusaha Donald Trump, yang mendirikan beberapa properti kasino di Atlantic City sepanjang tahun delapan puluhan, termasuk yang dibuka pada tahun 1984 dan sebuah kompleks besar yang dibuka pada tahun 1990. Properti-properti ini, seperti banyak bisnis kasino lainnya, kemudian melewati berbagai restrukturisasi keuangan perusahaan pada tahun-tahun berikutnya. Kota ini tampak telah menemukan penyelamatnya, bangkit dari keterpurukan menjadi tujuan perjudian yang berkilau kembali.

Pasang surut yang tak pernah berhenti

Namun sejarah Atlantic City mengajarkan bahwa kebangkitan yang dibangun di atas kasino pun tidak menjamin kejayaan abadi. Pada dekade dua ribu sepuluhan, kota ini kembali menghadapi kesulitan besar. Penyebab utamanya adalah munculnya persaingan dari kasino-kasino baru di negara bagian tetangga, terutama di Pennsylvania, yang menawarkan perjudian lebih dekat ke rumah bagi banyak pengunjung yang dulu datang ke Atlantic City. Pendapatan kasino kota ini merosot tajam, dari puncaknya sekitar lima koma dua miliar dolar pada tahun 2006 menjadi sekitar dua koma sembilan miliar dolar pada tahun 2013.

Kemerosotan ini memuncak pada tahun 2014, ketika empat kasino di Atlantic City tutup dalam satu tahun yang sama. Atlantic Club menutup pintunya pada bulan Januari, disusul Showboat pada akhir Agustus, lalu Revel yang bahkan baru dibuka pada tahun 2012 menutup pada awal September, dan Trump Plaza pada pertengahan September. Gelombang penutupan ini mengguncang kota dan menjadi simbol betapa rapuhnya kejayaan yang bergantung pada perjudian ketika persaingan datang. Kisah Atlantic City adalah pengingat yang berharga bahwa kasino bisa mengangkat sebuah kota dari keterpurukan, tetapi tidak bisa melindunginya dari pasang surut ekonomi dan persaingan. Dari kota resor yang berkilau, ke kemunduran suram, ke kebangkitan lewat kasino, dan kembali ke kesulitan, Atlantic City adalah potret abadi tentang bagaimana nasib sebuah kota bisa terikat erat pada roda keberuntungan yang tak pernah berhenti berputar.

Sumber

  1. Atlantic City, New Jersey — Wikipedia: sejarah kota, Boardwalk, dan legalisasi kasino
  2. Resorts Casino Hotel — Wikipedia: kasino legal pertama di luar Nevada, dibuka 1978

— Larasati Dewi menulis untuk Meja Hijau. Larasati Dewi menulis esai panjang tentang tempat dan orang di balik dunia perjudian, dengan minat khusus pada arsitektur dan sejarah sosial. Ia menelusuri sumber agar ceritanya berpijak, bukan sekadar enak dibaca.