Meja Hijau
Sejarah dan budaya di balik kasino
Tokoh

François Blanc: pria yang menghapus satu angka dan membangun Monte Carlo

Dengan menghapus satu petak dari roda roulette, François Blanc menciptakan permainan yang lebih ramah pemain dan senjata bisnis yang ampuh. Kisahnya menautkan sebuah roda judi dengan penyelamatan sebuah negara kecil bernama Monaco.

oleh Larasati Dewi · 2 Oktober 2026

Pada roda roulette Amerika terdapat dua petak nol, yaitu nol tunggal dan nol ganda. Pada roda roulette Eropa hanya ada satu. Selisih yang tampak sepele itu, satu petak saja, sesungguhnya menentukan seberapa besar keunggulan rumah, dan di baliknya berdiri sosok seorang pengusaha Prancis abad kesembilan belas bernama François Blanc. Ia adalah orang yang menghapus satu angka dari roda, dan dengan tindakan itu tidak hanya mengubah permainan roulette selamanya, tetapi juga menyelamatkan keuangan sebuah negara kecil dan membangun salah satu kasino paling terkenal di dunia. Kisahnya menautkan matematika sebuah roda judi dengan nasib sebuah kerajaan mungil.

Menghapus nol ganda

François Blanc lahir pada 1806 dan menjalankan usaha kasino bersama saudara kembarnya, Louis. Langkah paling menentukan dalam kariernya terjadi di kota spa Bad Homburg di Jerman, ketika sekitar tahun 1843 ia memperkenalkan roda roulette yang hanya memiliki satu petak nol, menghapus nol ganda yang lazim pada masa itu.

Dampak dari penghapusan itu murni matematis, dan sangat cerdik sebagai strategi bisnis. Pada roda dengan dua petak nol, keunggulan rumah kira-kira lima koma dua enam persen. Dengan hanya satu petak nol, keunggulan rumah turun menjadi kira-kira dua koma tujuh persen, hampir separuhnya. Bagi pemain, roda satu-nol jelas lebih ramah karena kasino mengambil bagian lebih kecil. Justru di situlah kejeniusan Blanc: dengan menawarkan permainan yang lebih menguntungkan pemain, kasinonya menarik lebih banyak orang, mengalahkan pesaing yang masih memakai roda dua-nol. Ia rela mengambil potongan lebih kecil per taruhan demi meraih jauh lebih banyak pemain. Roda satu-nol inilah yang kemudian dikenal sebagai roulette Eropa, dan menjadi standar di sebagian besar dunia hingga kini.

Menyelamatkan Monaco

Babak paling terkenal dari hidup Blanc dimulai sekitar tahun 1863, ketika ia diberi hak untuk mengelola perjudian di Monaco melalui perusahaan bernama Société des Bains de Mer. Monaco pada masa itu adalah kerajaan kecil yang keuangannya nyaris bangkrut, dan keluarga penguasanya, wangsa Grimaldi, membutuhkan sumber pendapatan baru untuk bertahan.

Blanc mengubah keadaan itu. Kasino yang ia kelola di kawasan yang kemudian dikenal sebagai Monte Carlo menjadi begitu menguntungkan sehingga pendapatannya menyelamatkan keuangan wangsa Grimaldi dan negara Monaco. Blanc bukan sekadar membuka meja judi; ia juga berinvestasi membangun akses ke Monaco, termasuk jalan dan jalur kereta, agar para pengunjung kaya dari seluruh Eropa mudah datang. Salah satu warisan yang sering dikaitkan dengan kemakmuran kasino ini adalah bahwa warga Monaco dibebaskan dari pajak penghasilan, sebuah kebijakan yang bertahan sebagai ciri khas Monaco sampai hari ini. Perlu dicatat bahwa tahun persis kebijakan itu bervariasi antar sumber, jadi kaitan ini sebaiknya dipahami sebagai gambaran umum bahwa kemakmuran kasino memungkinkan Monaco hidup tanpa membebani warganya dengan pajak, bukan sebagai tanggal yang pasti.

Legenda yang perlu diluruskan

Di sekitar sosok Blanc dan Monte Carlo tumbuh sejumlah legenda yang menarik diceritakan tetapi penting dibedakan dari fakta. Yang paling terkenal adalah cerita bahwa Blanc konon “membuat perjanjian dengan iblis” demi menguasai rahasia roulette. Legenda ini biasanya dikaitkan dengan sebuah kebetulan aritmatika yang memang menggelitik: bila seluruh angka pada roda roulette, dari satu sampai tiga puluh enam, dijumlahkan, hasilnya adalah enam ratus enam puluh enam, angka yang dalam tradisi tertentu dikaitkan dengan iblis. Ini semata kebetulan angka yang menarik, bukan bukti apa pun, dan kisah perjanjian dengan iblis adalah folklor, bukan sejarah.

Ada pula kebingungan yang sangat umum soal ungkapan “pria yang membobol bank di Monte Carlo”. Banyak orang mengira ungkapan itu merujuk pada Blanc, padahal tidak. Ungkapan itu sebenarnya merujuk pada Charles Wells, seorang penjudi Inggris yang pada tahun 1891 memenangkan uang dalam jumlah besar di meja Monte Carlo. Saat itu Blanc sudah lama wafat, pada 1877, dan kasino dikelola oleh putranya. Perlu pula diluruskan bahwa “membobol bank” tidak berarti membangkrutkan kasino, melainkan hanya menghabiskan cadangan uang satu meja tertentu, sehingga meja itu ditutup sementara. Peristiwa Wells inilah, bukan kisah Blanc, yang mengilhami sebuah lagu populer pada awal 1890-an, yang kemudian ikut mengabadikan salah kaprah tersebut.

Warisan sebuah angka yang hilang

Menelusuri kisah François Blanc adalah menyadari bahwa keputusan bisnis yang paling berpengaruh kadang tampak sepele di permukaan. Menghapus satu petak dari roda roulette terdengar seperti perubahan kecil, tetapi ia mengubah matematika permainan, memenangkan persaingan antar-kasino, dan membentuk standar roulette yang kita kenal sekarang. Dari keputusan itu tumbuh kemakmuran yang menyelamatkan sebuah negara dan melahirkan Monte Carlo sebagai lambang kemewahan judi Eropa. Blanc dijuluki “sang penyihir dari Monte Carlo”, tetapi sihirnya bukan perjanjian gaib dengan iblis, melainkan pemahaman yang dingin tentang bagaimana sebuah keunggulan kecil, ditawarkan kepada cukup banyak orang, bisa berubah menjadi kekayaan yang sanggup membangun sebuah kota.

Sumber

  1. François Blanc — Wikipedia: roda satu-nol di Bad Homburg 1843, konsesi Monaco 1863, dan julukannya
  2. Charles Wells (gambler) — Wikipedia: klarifikasi 'the man who broke the bank at Monte Carlo' merujuk Wells 1891, bukan Blanc

— Larasati Dewi menulis untuk Meja Hijau. Larasati Dewi menulis esai panjang tentang tempat dan orang di balik dunia perjudian, dengan minat khusus pada arsitektur dan sejarah sosial. Ia menelusuri sumber agar ceritanya berpijak, bukan sekadar enak dibaca.