Meja Hijau
Sejarah dan budaya di balik kasino
Sejarah

Dari karakter Cina ke kartu kasino: sejarah keno dan legenda-legenda di sekelilingnya

Keno berakar pada lotere Cina kuno yang memakai karakter, bukan angka, dan menyeberang ke Amerika bersama para imigran. Di sepanjang jalan tumbuh legenda tentang Tembok Besar dan merpati pos yang perlu dipisahkan dari fakta.

oleh Larasati Dewi · 4 Oktober 2026

Di lantai kasino modern, keno tampak seperti permainan angka yang sederhana: pemain memilih beberapa nomor dari papan berisi delapan puluh angka, lalu menunggu undian untuk melihat berapa yang cocok. Tampilannya begitu modern sehingga mudah dilupakan bahwa permainan ini berakar pada tradisi lotere yang sangat tua dari Cina, dan bahwa di sepanjang perjalanannya yang panjang tumbuh sejumlah legenda yang, meski menarik, perlu dibedakan dengan hati-hati dari yang benar-benar terdokumentasi. Menelusuri sejarah keno adalah menelusuri bagaimana sebuah permainan menyeberangi benua dan abad, sambil mengumpulkan cerita di sepanjang jalannya.

Sebuah lotere Cina kuno

Keno berakar dari sebuah permainan lotere Cina kuno yang dikenal dengan nama baige piao, sebuah istilah yang secara harfiah berarti tiket merpati putih. Permainan taruhan semacam ini tercatat pernah tersebar luas di banyak wilayah Cina, dijalankan oleh rumah-rumah judi yang beroperasi dengan izin. Seberapa tua persisnya sulit dipastikan; sebagian sumber menyebut usianya sangat tua, tetapi angka pasti berabad-abad ke belakang sebaiknya diperlakukan sebagai perkiraan, bukan tanggal yang tegas.

Satu detail yang terdokumentasi dengan baik dan menarik adalah bahwa lotere Cina asli ini tidak memakai angka, melainkan karakter Cina. Tiket-tiketnya umumnya memakai delapan puluh karakter pertama dari sebuah teks klasik yang dikenal sebagai Kitab Seribu Karakter, sebuah karya yang dahulu dipakai untuk belajar menulis. Jadi bentuk paling awal keno lebih menyerupai lotere aksara daripada lotere angka, dan pergantian dari karakter ke angka baru terjadi kemudian, ketika permainan ini menjangkau pemain yang tidak membaca aksara Cina.

Legenda yang perlu diluruskan

Di sekitar asal-usul keno beredar beberapa cerita yang begitu sering diulang sehingga banyak orang menganggapnya fakta, padahal statusnya adalah legenda. Yang paling terkenal adalah klaim bahwa pendapatan dari keno konon membantu mendanai pembangunan Tembok Besar Cina. Cerita ini menarik dan sering dikutip, tetapi ia adalah tradisi rakyat, bukan catatan sejarah yang terverifikasi, dan sebaiknya diperlakukan sebagai legenda yang indah, bukan bukti.

Cerita lain yang sering menyertai adalah bahwa hasil undian dikirim dari kota ke desa-desa terpencil menggunakan merpati pos, yang konon menjadi asal nama tiket merpati. Bagian bahwa nama permainan berkaitan dengan merpati memang benar secara kebahasaan, tetapi klaim bahwa hasil benar-benar dikirim lewat merpati bersandar pada keterangan yang lemah dan sebaiknya diperlakukan sebagai kemungkinan, bukan kepastian. Ada pula legenda yang mengaitkan penciptaan permainan ini dengan tokoh tertentu pada masa perang kuno untuk mendanai pertahanan kota, dan ini pun secara terbuka disebut sebagai legenda oleh sumber sejarah, bukan fakta.

Menyeberang ke Amerika

Perjalanan keno ke bentuknya yang sekarang terjadi ketika para imigran Cina membawanya ke Amerika bagian barat pada abad kesembilan belas. Di tanah baru ini permainan itu dikenal sebagai lotere Cina, dan sering dikaitkan, meski kaitan spesifiknya bersifat populer dan tidak selalu terdokumentasi ketat, dengan komunitas pekerja Cina pada masa itu.

Agar bisa dimainkan oleh orang non-Cina yang tidak mengenal aksara, karakter pada tiket diganti dengan angka, dan inilah titik penting yang mengubah lotere aksara Cina menjadi permainan angka yang kita kenal. Nama permainan pun berubah. Kata keno sendiri berakar pada istilah Barat yang berkaitan dengan angka, sehingga menariknya, permainan yang asalnya Cina justru mendapat nama berbau Eropa dalam perjalanannya. Di Amerika, permainan ini juga melewati berbagai penyesuaian hukum, termasuk masa ketika ia sempat memakai nama bertema pacuan kuda untuk menyiasati larangan lotere, sebelum akhirnya kembali ke bentuk bernomor yang kita temui di kasino sekarang.

Permainan dengan harga yang mahal

Ada satu ciri keno modern yang penting untuk diketahui siapa pun yang tertarik pada sejarahnya, yaitu bahwa ia termasuk permainan dengan keunggulan rumah tertinggi di kasino. Tidak seperti banyak permainan meja dengan keunggulan rumah kecil, keno umumnya mengambil bagian yang jauh lebih besar dari setiap taruhan, dengan angka yang sering disebut berkisar sangat tinggi tergantung tempat dan tabel pembayarannya. Dengan kata lain, pesona keno terletak pada kesederhanaannya dan pada hadiah besar yang mungkin, bukan pada peluang yang menguntungkan pemain.

Menelusuri keno dari tiket beraksara Cina kuno sampai papan angka kasino modern adalah menyaksikan bagaimana sebuah permainan bertahan melintasi budaya dan abad, berubah bentuk untuk menyesuaikan diri dengan pemain baru di setiap tempat. Legenda tentang Tembok Besar dan merpati pos boleh saja memperindah ceritanya, tetapi kisah yang sesungguhnya, tentang lotere aksara yang menyeberangi samudra dan menjelma menjadi permainan angka, sudah cukup menarik tanpa perlu dibumbui. Yang tersisa bagi kita adalah membedakan mana yang tercatat dan mana yang sekadar diceritakan, sebuah kebiasaan yang selalu berharga ketika berhadapan dengan sejarah yang sudah sangat tua.

Sumber

  1. Keno — Wikipedia: asal baige piao, karakter Thousand Character Classic, dan penyebaran ke Amerika
  2. Keno — Britannica: usia permainan, house edge tinggi, dan sejarah lotere Cina

— Larasati Dewi menulis untuk Meja Hijau. Larasati Dewi menulis esai panjang tentang tempat dan orang di balik dunia perjudian, dengan minat khusus pada arsitektur dan sejarah sosial. Ia menelusuri sumber agar ceritanya berpijak, bukan sekadar enak dibaca.