Kenapa 'dua puluh satu' berganti nama jadi blackjack: menelusuri asal permainan yang namanya sendiri sebuah teka-teki
Permainannya bernama 'dua puluh satu' selama berabad-abad, dari salon Prancis sampai kapal uap Amerika. Lalu sebuah bonus pembayaran melahirkan julukan yang menempel dan menggeser nama aslinya, meski cerita di baliknya tak sepenuhnya bisa dibuktikan.
Ada yang janggal pada nama permainan kartu paling terkenal di kasino. Tujuannya adalah mencapai angka dua puluh satu, dan selama berabad-abad orang memang menyebutnya begitu, “dua puluh satu” dalam berbagai bahasa. Namun nama yang menempel hari ini justru “blackjack”, yang secara harfiah berarti jack hitam, sebuah kartu yang bahkan tidak istimewa dalam permainannya. Bagaimana sebuah permainan bernama dua puluh satu berakhir dikenal lewat sebuah kartu jack? Jawabannya membawa kita menelusuri jejak yang panjang, berpindah dari Spanyol ke Prancis ke Amerika, dan berakhir pada sebuah bonus pembayaran yang kisahnya, sejujurnya, tak sepenuhnya bisa dibuktikan.
Jejak tertua ada di Spanyol, bukan Prancis
Banyak cerita populer menempatkan kelahiran permainan ini di Prancis, tetapi bukti tertulis paling awal justru datang dari Spanyol pada awal abad ketujuh belas. Miguel de Cervantes, pengarang Don Quixote, menulis sebuah novela pendek sekitar tahun 1601 hingga 1602 yang tokoh-tokohnya mahir bermain “veintiuno”, yaitu dua puluh satu dalam bahasa Spanyol. Kemunculan permainan itu dalam karya sastra menandakan ia sudah cukup dikenal pada masanya. Jadi lebih akurat mengatakan bahwa permainan ini berkembang dan menjadi populer di Prancis, bukan lahir di sana.
Di Prancis, permainan bernama vingt-un atau vingt-et-un memang menanjak pesat pada abad kedelapan belas. Sebuah catatan dalam terbitan Prancis tahun 1768 menyebutnya sedang menjadi mode, sekaligus menambahkan bahwa permainan itu “sudah sangat tua”, petunjuk bahwa akarnya jauh lebih dalam dari popularitasnya saat itu. Dari Prancis, permainan menyebar ke Jerman dan Inggris, mengikuti pola khas hiburan salon yang menjalar mengikuti selera kaum berada Eropa.
Silsilah yang diperdebatkan para ahli
Dari mana persisnya dua puluh satu berasal adalah pertanyaan yang membelah para sejarawan permainan kartu, dan kejujuran menuntut kita menyebut perdebatan itu apa adanya. David Parlett, salah satu sejarawan permainan paling dihormati, berpendapat bahwa vingt-un adalah keturunan langsung dari trente-un, yaitu “tiga puluh satu”, sebuah permainan yang sudah populer di Eropa Barat sejak pertengahan abad kelima belas, hanya dengan angka sasaran diturunkan dari tiga puluh satu ke dua puluh satu. Namun sejarawan lain, Thierry Depaulis, menilai teori keturunan itu tidak berdiri kokoh dan telah dibantah.
Ada pula sejumlah permainan sezaman yang secara struktur mirip, seperti quinze atau “lima belas” di Prancis dan sette e mezzo atau “tujuh setengah” di Italia, yang semuanya berbagi gagasan sama: mengejar sebuah angka target tanpa melampauinya. Yang bisa dikatakan dengan aman adalah bahwa dua puluh satu termasuk keluarga permainan berbasis angka target, tetapi garis keturunan persisnya tidak pasti. Menyajikan salah satu teori sebagai fakta tunggal akan mengabaikan bahwa para ahli sendiri belum sepakat.
Legenda Napoleon yang manis tapi rapuh
Satu cerita yang hampir selalu menempel pada sejarah permainan ini adalah bahwa Napoleon Bonaparte menggemari vingt-et-un, konon mengisi waktunya dengan permainan itu selama pengasingannya. Cerita ini beredar sangat luas, dan justru karena itu perlu diperlakukan dengan hati-hati. Sumber-sumber yang menyebutkannya menggunakan kata seperti “konon” atau “dikabarkan”, tanda bahwa ini reputasi yang diwariskan, bukan fakta yang terdokumentasi dengan bukti primer. Ada yang mengklaim Napoleon “tercatat” sebagai pemain, tetapi tanpa menunjukkan sumber aslinya. Maka kisah Napoleon dan dua puluh satu sebaiknya dinikmati sebagai legenda yang enak diceritakan, bukan sebagai catatan sejarah yang bisa diandalkan.
Menyeberang lautan, dan mendapat nama baru
Permainan ini menyeberang ke Amerika pada awal abad kesembilan belas, dibawa arus migrasi dari Eropa, dan berakar kuat di New Orleans, tempat rumah judi legal beroperasi pada tahun 1820-an. Di tanah baru inilah nama “blackjack” lahir, dan di sinilah pula teka-teki nama itu menemukan jawabannya yang paling populer, meski juga paling diperdebatkan.
Menurut cerita yang paling sering diulang, rumah-rumah judi Amerika berusaha menarik pemain dengan menawarkan bonus pembayaran khusus. Sebuah tangan yang terdiri atas As sekop dan sebuah jack hitam, entah jack keriting atau jack sekop, dibayar dengan rasio istimewa, dalam banyak versi disebut sepuluh berbanding satu. Tangan bonus itu dijuluki “blackjack”, dan lama-lama julukan itu menggeser nama asli permainannya. Yang jujur harus disebut, detail cerita ini bergoyang dari satu sumber ke sumber lain; rasio pembayaran dan jack mana yang dihitung tidak selalu sama.
Bahkan ada teori tandingan yang menarik. Sejarawan Thierry Depaulis meragukan cerita bonus itu dan mengusulkan bahwa nama “blackjack” justru dibawa oleh para pemburu emas pada masa demam emas Klondike di akhir abad kesembilan belas. “Blackjack” adalah nama sebuah mineral yang sering ditemukan di dekat endapan emas, dan istilah itu, menurut teori ini, berpindah menjadi nama tangan tertinggi dalam permainan. Mana yang benar belum terpecahkan, dan itu sendiri adalah pengingat bahwa asal-usul sebuah kata bisa sama sulitnya dilacak dengan asal-usul permainannya.
Dari meja judi ke meja matematika
Apa pun asal namanya, blackjack menemukan panggung besarnya ketika Nevada melegalkan perjudian pada tahun 1931, dan permainan itu menyebar ke seantero kasino Amerika dengan nama barunya yang kini permanen. Babak berikutnya dalam kisahnya bukan lagi soal salon atau kapal uap, melainkan soal angka. Pada tahun 1956, sekelompok peneliti menerbitkan makalah yang untuk pertama kalinya menghitung strategi optimal permainan ini secara matematis, dan pada 1962 Edward Thorp membuktikan lewat sebuah buku bahwa blackjack, tidak seperti kebanyakan permainan kasino, sebenarnya bisa dikalahkan. Bagaimana persisnya matematika itu bekerja adalah cerita tersendiri yang layak dibahas terpisah.
Yang tersisa dari penelusuran ini adalah gambaran sebuah permainan yang identitasnya berlapis-lapis. Ia lahir entah di mana, populer di Prancis, berganti nama di Amerika karena sebuah bonus yang mungkin tak pernah persis seperti yang diceritakan, lalu menjelma menjadi objek studi matematis yang serius. Nama “blackjack” yang kita ucapkan begitu saja hari ini ternyata menyimpan satu teka-teki kecil yang belum sepenuhnya terpecahkan, sebuah jack hitam yang bayangannya jatuh di atas permainan yang, sebenarnya, tidak pernah benar-benar tentang jack.
Sumber
- Twenty-one (Wikipedia) — referensi Spanyol awal abad ke-17, popularitas Prancis abad ke-18, dan sanggahan Depaulis
- Blackjack (Wikipedia) — masuk Amerika awal 1800-an, legenda bonus As sekop + 'black jack', dan makalah 1956
- David Parlett — sejarah blackjack: trente-un dan permainan sejenis berbasis angka target
— Larasati Dewi menulis untuk Meja Hijau. Larasati Dewi menulis esai panjang tentang tempat dan orang di balik dunia perjudian, dengan minat khusus pada arsitektur dan sejarah sosial. Ia menelusuri sumber agar ceritanya berpijak, bukan sekadar enak dibaca.